Menanti Duel Anak Ajaib Kasper Dolberg vs Marcus Rashford

Menanti Duel Anak Ajaib Kasper Dolberg vs Marcus Rashford

MajalaBola.com – Menanti Duel Anak Ajaib Kasper Dolberg vs Marcus Rashford

Final Liga Europa 2016/2017 tak sekadar memanggungkan duel Ajax kontra Manchester United. Akan ada adu kemampuan dari dua penyerang berstatus wonderkid.

Final Liga Europa mempertemukan Ajax dan MU di Friends Arena, Stockholm, Kamis (25/5/2017) dinihari WIB.

Terselip duel kecil yang menarik di pertandingan ini, yaitu pertarungan antara dua penyerang muda dari masing-masing tim, Dolberg di Ajax dan Rashford di MU.

Baik Dolberg dan Rashford sama-sama baru 19 tahun, namun sudah krusial untuk timnya masing-masing.

Uniknya kedua pemain ini sama-sama lahir di Oktober 1997 silam, hanya berselang pekan.

Dolberg yang lahir pada 6 Oktober, lebih tua kurang lebih tiga pekan dari Rashford yang lahir di 31 Oktober.

Dolberg musim ini sudah tampil amat impresif, di musim pertamanya bersama tim senior Ajax.

Dia sudah bikin 23 gol dari 47 penampilan, plus membukukan delapan assist.

Khusus di Liga Europa, dia mencetak enam gol dari 12 penampilan, termasuk dua gol ke gawang Olympique Lyon di semifinal lalu.

Secara permainan, remaja asal Denmark ini disebut-sebut sebagai salah satu talenta terbaik Eropa saat ini.

Dia dinilai sebagai salah satu penyerang terlengkap dan sudah dibanding-bandingkan dengan pendahulunya di Ajax, Zlatan Ibrahimovic, yang kini bermain di MU.

Dengan tinggi 187 cm, Dolberg punya keunggulan fisik tapi juga lihai dalam mengolah bola dengan kakinya.

Sementara Rashford boleh jadi catatan golnya tak semengilap Dolberg.

Musim ini Rashford baru menyumbangkan 11 gol dari 52 penampilan seluruh ajang untuk MU, ditambah dengan enam assist. Tapi ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan.

Rashford, yang berposisi asli sebagai penyerang tengah, lebih kerap dimainkan di sayap oleh Jose Mourinho sepanjang musim ini.

Ini jadi salah satu faktor catatan golnya kurang mentereng, selain juga karena level daya saing di Premier League dan Eredivisie berbeda jika dibandingkan dengan Dolberg.

Secara permainan, Rashford punya keunggulan dalam kecepatan dan kemampuan olah bola.

Oleh karena itu dia kerap menjadi kunci ketika MU menerapkan serangan balik, untuk mengeksploitasi ruang terbuka di pertahanan lawan.

Di Liga Europa musim ini, Rashford tampil 10 kali dengan torehan dua gol dan empat assist.

Dua gol dan tiga assist bahkan dicetaknya di empat partai terakhir, yakni melawan Anderlecht di perempatfinal dan melawan Celta Vigo di semifinal.

Ini menunjukkan bahwa Rashford menikmati atmosfer laga-laga besar dan penting.

Baik Dolberg dan Rashford bisa memegang peran krusial untuk timnya masing-masing di final nanti.

Misalnya, Ajax sudah selalu bermain dengan gaya penguasaan bola dan Dolberg bisa menjadi kunci untuk menahan bola ketika timnya membangun serangan.

Di sisi lain MU akan coba memaksimalkan kecepatan dan kemampuan Rashford menyerang celah-celah di garis pertahanan Ajax.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *